Akulturasi Budaya Bali dan Budaya Cina di Kawasan Batur Unesco Global Geopark

Oleh : disbudpar | 10 Agustus 2016 | Dibaca : 14243 Pengunjung


Akulturasi Budaya Bali dan Budaya Cina di Kawasan Batur Unesco Global Geopark

Kawasan Batur Unesco Global Geopark  berhubungan dengan geologi tetapi juga ekologi, arkeologi, serta nilai sejarah ataupun budaya. Geopark juga dapat didefinisikan sebagai sebuah kawasan geografis dimana situs-situs warisan geologi menjadi kawasan dari konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan secara holistik. Kriteria pembangunan kawasan geopark biasanya mengacu kepada kawasan yang memiliki bentang alam geologi unggulan. Selain itu juga memiliki geosite yang bertaraf internasional seperti sains, pendidikan dan estetika, serta memiliki manfaat bagi masyarakat lokal di kawasan tersebut.

Selain hal tersebut diatas, kawasan Batur Global Geopark juga memiliki keunikan alkulturasi budaya Hindu Bali dan Cina yang sudah ada sejak jaman dahulu, pada masa Kerajaan Jaya Pangus. Pura besar di Bali seperti Pura Ulun Danu Batur dan Pura Dalem Balingkang dan Pura Besakih  memiliki tempat peribadatan Agama Budha (Tionghua) yang merupakan bukti adanya toleransi yang besar di kawasan ini.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kisah ini terjadi pada masa pemerintahan Sri Jaya Pangus memerintah Kerajaan di kawasan Bali utara yang terkenal dengan kemakmuran dan kekayaan alamnya. Berita tersebut sampai terdengar oleh saudagar Cina yang memutuskan untuk melakukan pelayaran ke Kerajaan tersebut yang diperintah oleh Sri Jaya Pangus. Dari hubungan ini, lambat laun Sri Jaya Pangus menemukan sorang wanita Cina pujaan hatinya. Wanita ini bernama Kang Ching Wie, putri seorang saudagar Cina tersebut. Akhirnya sang putri cina diperistri oleh raja sehingga terjadi perpaduan budaya antara Hindu Bali dan budaya Cina.

Akulturasi budaya ini menjadi budaya yang unik yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat di sekitar kawasan Batur Global Geopark, kintamani.


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI

I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI