Kick Off DMO Batur 2014

Oleh : | 24 Juni 2014 | Dibaca : 1620 Pengunjung


Kick Off DMO Batur 2014

Disbudpar, Juni  2014

Acara Kegiatan Kick Off DMO Batur 2014 yang diselenggrakan pada tanggal 17 Juni 2014 oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel jalan Hang Tuah 46 Sanur Bali di hadiri oleh Bapak Bupati, Kepala SKPD Pemkab. Bangli, BKSDA Bali, Kepala Desa dan LWG Se wilayah Wingkangranu, Asisten Deputi Geologi, Kedeputian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kemenko Perekonomian.

Menurunnya aktivitas wisata di Kawasan Kintamani tidak terlepas dari cara-cara pengelolaan kawasan wisata yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip sustainability. Kegiatan kepariwisataan yang dilakukan para pelaku selama ini telah menimbulkan berbagai persoalan bagi kemajuan pembangunan kepariwisataan di Kawasan Kintamani.  Berdasarkan pernyataan yang disampaikan Biro Perjalanan Wisata, bahwa para wisatawan sering merasa terganggu/tidak nyaman dalam menikmati perjalanan wisatanya ke Kintamani, sebagai akibat dari pemaksaan-pemaksaan yang dilakukan oleh para pedagang acung, guide liar dan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab lainnya.  Kenyataan seperti ini telah memberikan citra negatif bagi keberlangsungan kepariwisataan Kintamani.  bahkan pihak travel agent mengancam tidak akan lagi mengantar  tamunya ke Kintamani bila kondisi seperti itu tetap dibiarkan berlangsung. Ativitas yang dilakukan oleh pelaku pariwisata dengan membangun sarana prasarana pariwisata seperti hotel dan restoran, pemasangan papan reklame oleh para pengusaha dan pemanfaatan ruang-ruang kosong oleh para pedagang acung di sepanjang jalan Panelokan Kintamani sangat menganggu keindahan panorama Kintamani.
Dalam upaya membangun kembali kejayaan pariwisata Kintamani perlu dilakukan langkah-langkah strategis dengan menyamakan persepsi seluruh stakeholder, sehingga ada kesamaan langkah baik pemerintah, para pengusaha maupun seluruh anggota masyarakat di dalam merencanakan, melaksanakan maupun memonitor pembangunan pariwisata tersebut.  Dibutuhkan tata kelola destinasi yang berbasis masyarakat dengan pendekatan bottom up, sehingga potensi wilayah yang ada dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut diharapkan pembangunan pariwisata Kintamani khususnya penataan kembali daya tarik wisata Kintamani dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangli.

Kegiatan diatas bertujuan untuk mengembalikan citra Kintamani dan sekitarnya yang sempat terpuruk yang berimbas pada menurunnya kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Kegiatan ini merupakan program Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI dan didukung oleh pemerintah Kabupaten Bangli.

 

 

#alt#


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI

I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI