Menek Truna dan Menek Bajang Desa Satra, Bangli

Oleh : disparbud | 09 Agustus 2017 | Dibaca : 4826 Pengunjung


Menek Truna dan Menek Bajang Desa Satra, Bangli

Warga Desa Pakraman Satra Kecamatan Kintamani, Bangli memiliki tradisi yang mampu menarik perhatian masyarakat umum. Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Menek Truna bagi pria dan Menek Bajang bagi perempuan. Dalam prosesi itu, ratusan babi guling dihaturkan. Hal menarik lainnya yang terlihat, yakni dalam prosesi tersebut, peserta lanang (laki-laki) membawa bumbung berisi tuak dan perempuan membawa nasi kepel yang ditaruh dalam sebuah tamas. Tuak dan nasi kepel tersebut menjadi oleh-oleh bagi anggota pakraman terdahulu.

Prosesi yang telah berlangsung turun temurun ini diakui sangat disakralkan warga, sehingga saat digelar jumlah warga yang mengikuti membeludak. Umur peserta yang ikut juga tidak dibatasi. Sepanjang anak tersebut mampu mengikuti semua proses seperti puasa dan makemit (begadang) selama tiga hari, maka remaja itu boleh diikutkan.

Bendesa Adat Desa Satra menjelaskan jika anak yang mengikuti upacara ini sudah selesai mawinten, kemudian lanjut ke jenjang pernikahan, apabila laki-laki, mereka akan ikut dalam Organisasi Pamaksan. Sedangkan jika perempuan, mereka akan masuk Organisasi Madean. (Sumber: Koran Bali Post, Senin Wage, 3 Agustus 2015)


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI

I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI