Oleh : disbudpar | 08 Maret 2017 | Dibaca : 1910 Pengunjung
|
|
| Rapat Koordinasi Persiapan Pembinaan Sekha Teruna Kabupaten Bangli |
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli melalui Bidang Sejarah, Tradisi dan Kepurbakalaan melaksanakan rapat koordinasi pembinaan sekha teruna Kabupaten Bangli. Dalam rapat yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2017 ini dihadiri oleh perwakilan Bendesa Adat, beserta undangan instansi lain seperti Bagian Hukum Setda Kabupaten Bangli, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bangli, Bagian Kesra Setda Kabupaten Bangli, Camat Bangli dan beberapa instansi lainnya
Rapat ini merupakan rangkaian persiapan kegiatan pembinaan sekha teruna Kabupaten Bangli tahun 2017. Pembinaan dilaksanakan pada masing – masing Desa yang meliputi beberapa bidang yang terdiri dari Organisasi, Administrasi, Yasa Kerthi Dharmaning Agama, Yasa Kerthi Dharmaning Negara yang dilaksanakan oleh Tim Pembina Kabupaten Bangli.
1. Bidang Organisasi :
Pembinaan tentang sikap mental Sekaa Teruna, tata cara berbusana, tentang nama Sekaa Teruna, tentang kepemilikan awig-awig, Pararem, EkalikitaSekaa Teruna dan program kerja.
2. Bidang Administrasi :
Pembinaan tentang kelengkapan administrasi Sekaa Teruna yang disesuaikan dengan Program kerja yang tertuang dalm kalender kerja serta pencatatan di masing-masing Pasayahan.
3. Bidang Yasa Kerti Darmaning Negara :
Pembinaan tentang kegiatan Sekaa Teruna baik dibidang pendidikan, seni budaya maupun ekonomi produktif serta keikut sertaan Sekaa Teruna dalam mensukseskan program pemerintah dalan bidang Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya serta Ekonomi Produktif.
4. Bidang Yasa Kerti Darmaning Agama :
Pembinaan tentang kegiatan Sekaa Teruna dalam bidang keagamaan baik hari-hari besar keagamaan maupun kegiatan keagamaan lainnya dan keterlibatan Sekaa Teruna dalam pelaksanaan upacara keagamaan di Desa Pakranan seta dalam pelestarian Adat dan Budaya Bali.
Sekaa Taruna merupakan Generasi Penerus yang harus memiliki rasa memiliki serta ikut menjaga adat dan budaya Bali. Mengingat penting dan strategisnya masalah ini maka diperlukan strategi kegiatan kebudayaan dalam sebuah obyek sebagai unsur-unsur sebuah kebudayaan, dimana unsur kebudayaan ini terdiri dari tujuh unsur yang meliputi Agama, Aksara, Seni, Organisasi Sosial, Pendidikan, Ekonomi dan Teknologi.
Oleh sebab itu konsep Tri Hita Karana yang meliputi Parhyangan yang merupakan kepercayaan terhadap Tuhan, Pawongan merupakan perwujudan antar sesama manusia dan Palemahan perwujudan hubungan manusia dan alam semesta atau lingkungan/wilayah yang merupakan inti dari sebuah kebudayaan yang harus di jalani di Bali.
SELAMAT TAHUN BARU 2026
161Rahajeng Rahinan Galungan & Kuningan
1459INFORMASI KUNJUNGAN DESA WISATA PENGLIPURAN
891Rahajeng Rahinan Galungan Lan Kuningan
1900DIRGAHAYU KOTA BANGLI KE 820
KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI
I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI