REKONSTRUKSI JOGED GANDRUNG PENGOTAN

Oleh : | 28 Desember 2014 | Dibaca : 1729 Pengunjung


REKONSTRUKSI JOGED GANDRUNG PENGOTAN

Atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangli dengan Desa Pengotan melaksanakan rekonstruksi Joged Gandrung Pengotan pada tanggal 24 Desember 2014 sebagai bagian dari rangkaian Hari Ibu di Kabupaten Bangli. Dengan melibatkan beberapa seniman renta yang terlibat pada masa jayanya, kesenian Joged Gandrung di masa lalu maka rekonstruksi dapat berjalan lancar. Kini Joged Gandrung sudah kembali sering dipentaskan di Desa Pakraman Pengotan dengan melibatkan Penari dan Penabuh muda setempat.

Joged Gandrung Pengotan sempat mengalami masa suram justru ketika berkembang jenis-jenis kesenian yang lain. Seiring bangkitnya kesadaran tokoh-tokoh masyarakat di Desa Pakraman Pengotan dan pentingnya pelestarian budaya adhi luhung para leluhur, dengan berbekal semangat dan rasa jengah secara bahu membahu dilakukan revitalisasi terhadap Tari Gandrung tersebut.

Sepintas Tarian Joged Gandrung tidak jauh berbeda dengan tari Joged Bumbungan yang cukup terkenal di Bali, namun ada beberapa ciri yang membedakannya. Penari Joged Gandrung diwajibkan mengenakan busana yang sopan, tidak seronok dan melenceng dari norma-norma kesopanan adat budaya Bali.  Pakem tari tidak jauh berbeda hanya pada saat bagian ibing-ibingan tidak diperkenankan ada gerakan yang sampai bersentuhan antara Penari dan Pengibing dan tentunya gerakan porno sangat ditabukan pada tarian Gandrung ini.

Terinspirasi keberhasilan masyarakat Desa Pakraman Pengotan dalam merekonstruksi kekayaan budaya ini, maka timbul Ide dari Ibu Nyonya Erik Gianyar untuk merevitalisasi dalam bentuk pementasan Tari Gandrung ini secara masal dengan harapan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri.


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI

I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI