Oleh : disbudpar | 11 Januari 2016 | Dibaca : 4345 Pengunjung
|
|
| Rencana dan Strategi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Tahun 2016 |
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) merupakan ujung tombak perkembangan dan peningkatan pariwisata Indonesia secara umum. Rencana kegiatan dan strategi pemasaran yang dirancang oleh Kemenpar RI akan menjadi acuan dari peningkatan kepariwisataan di daerah-daerah di Indonesia.
Pada tanggal 30 Desember 2015, Menpar Arief Yahya menjelaskan dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta bahwa capaian angka sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari hingga Oktober 2015 secara kumulatif sebanyak8.017.589 wisman. Jumlah tersebut tumbuh 3,38% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebanyak 7.755.616 wisman. Diproyeksikan hingga akhir Desember 2015 capaian kunjungan wisman sebesar 10,017 juta wisman atau tumbuh 5,81%, dengan estimasi jumlah kunjungan wisman pada November dan Desember 2015 masing-masing sebesar 800 ribu dan 1,2 juta wisman. Capaian 10,017 juta wisman tersebut melampaui target 2015 yang ditetapkan sebesar 10 juta wisman. Capaian kunjungan dengan angka estimasi 10,017 juta wisman tersebut menghasilkan devisa sebesar US$ 11,9 miliar atau setara Rp 163 triliun. Dengan capaian itu, rata-rata lama tinggal wisman selama berlibur di Indonesia adalah 8,50 hari dengan pengeluaran sebanyak US$ 1.190/wisman per kunjungan.
Sementara itu, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang melakukan perjalanan pada Januari hingga Oktober 2015 sebanyak 208 juta perjalanan, dengan estimasi pada November dan Desember masing-masing sebanyak 22,5 juta dan 27,5 juta perjalanan. Hingga akhir tahun 2015 jumlah wisnus yang melakukan perjalanan sebanyak 255,05 juta atau di atas target yang ditetapkan sebesar 255 juta perjalanan wisnus. Dari jumlah perjalanan wisnus tersebut total uang yang dibelanjakan mencapai Rp 224,68 triliun dengan perhitungan pengeluaran per perjalanan setiap wisnus sebesar Rp 880.925.
Kemenpar telah menetapkan target untuk tahun 2016 dengan angka-angka yang optimistis yakni; jumlah kunjungan wisman sebesar 12 juta dengan devisa yang dihasilkan diproyeksikan sebesar Rp 172 triliun. Jumlah perjalanan wisnus tahun 2016 ditetapkan sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan diproyeksikan sebesar Rp 223,6 triliun, sedangkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional diproyeksikan akan meningkat menjadi 5% dan jumlah lapangan kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja.
Untuk mendukung target tersebut Kemenpar bersama stakeholder pariwisata telah menyiapkan rencana aksi di antaranya melanjutkan strategi pemasaran dan promosi denganmemfokuskan pada positioning dan memperkuat branding Wonderful Indonesia di negara-negara pasar utama. Hal ini dilakukan dalam rangka mendapatkan kembali perhatian calon wisman agar Indonesia masuk dalam wish list negara yang akan dikunjungi pada saat mereka berlibur. Untuk itu kampanye komunikasi pemasaran yang masif akan dilakukan ke seluruh dunia melalui saluran media internasional (cetak, elektronik, dan online) maupun media luar ruang (di bus, taksi, MRT, stasiun bus, kereta, pusat perbelanjaan) dengan menampilkan gambar-gambar destinasi wisata Indonesia, serta kegiatan promosi offline dengan mengikuti pameran pariwisata internasional, sales mission, serta fam trip.
Selain kegiatan dalam memperkuat branding Wonderful Indonesia, kegiatan advertising dan selling dengan melibatkan para pelaku bisnis pariwisata akan tetap dilakukan antara lain dengan mengikuti kegiatan pameran pariwisata internasional di mancanegara. Tahun 2016 Indonesia akan mengikuti kegiatan pameran di antaranya; ITB Berlin, WTM London, WTM Dubai, CTM China, NATAS Singapore, MATTA Malaysia, JATA Jepang, Korea, Australia maupun pameran pariwisata Internasional yang bersifat minat khusus seperti DEMA show, Cruise Shipping, Boot Dusseldorf, GOLF, dan MICE.
Sementara itu untuk memperkenalkan destinasi pariwisata dan paket-paket wisata terbaru dan menarik di Indonesia, Kemenpar juga melakukan misi penjualan (sales mission) ke kota-kota besar di sejumlah negara sebagai sumber wisman utama di antaranya; wilayah Asia Tenggara (Singapura, Kuala Lumpur, Johor, Malaka, Kota Kinabalu, Bangkok, Phuket, HCMC, Manila); wilayah Asia Pasifik (Seoul, Busan, Shanghai, Chengdu, Beijing, Hong Kong, Macau, Guang Zhou, Tokyo, Osaka, Sydney, Melbourne, Adelaide, Brisbane, Perth, Mombay, New Delhi); dan wilayah Eropa, Timteng, Afrika dan Amerika Utara (Amterdam, Paris, Frankfurt, Johannesburg, Dubai, Jeddah, Moskow). Kegiatan sales mission tersebut dalam rangkameningkatkan penjualan paket-paket wisata serta meningkatkan rasa percaya diri para industri pariwisata nasional karena kehadiran pemerintah bersama-sama para pelaku bisnis akanmemberikan kepercayaan yang lebih dari para buyers mancanegara.
(source : http://kemenpar.go.id)
SELAMAT TAHUN BARU 2026
171Rahajeng Rahinan Galungan & Kuningan
1475INFORMASI KUNJUNGAN DESA WISATA PENGLIPURAN
900Rahajeng Rahinan Galungan Lan Kuningan
1913DIRGAHAYU KOTA BANGLI KE 820
KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI
I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI