SARASEHAN PEMBANGUNAN SENI BUDAYA BALI MENUJU BANGLI GITA SHANTI

Oleh : | 17 November 2014 | Dibaca : 23226 Pengunjung


SARASEHAN PEMBANGUNAN SENI BUDAYA BALI MENUJU BANGLI GITA SHANTI

Arah dan Kebijakan dalam pembangunan kebudayaan di Kabupaten Bangli adalah Mengembangkan dan membina kebudayaan daerah yang dijiwai oleh Agama Hindu dan nilai luhur budaya bangsa, yang merupakan bagian dari Kebudayaan Nasional. Juga mengembangkan sikap kritis dan selektif terhadap nilai-nilai budaya dalam rangka memilah nilai budaya yang kondusif dan serasi untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah dimasa depan serta memantapkan pemahaman dan pengamalan nilai budaya yang luhur dan beradab agar lebih kuat mengakar di masyarakat.

Kebijakan lainnya adalah Meningkatkan peranan lembaga adat dan lembaga-lembaga tradisional lainnya sebagai perwujudan pemberdayaan masyarakat. Menggali, mengembangkan dan melestarikan kesenian daerah Bali untuk memperkaya keanekaragaman budaya bangsa didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta mengupayakan pengiriman kesenian ke luar negeri dalam rangka diplomasi kebudayaan dan dalam rangka promosi pariwisata.

Dalam rangka mewujudkan kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan Sarasehan Budaya dengan mengambil tema “Pembangunan Seni Budaya Bali Menuju Bangli Gita Shanti” bertempat di Museum Gunung Api Batur Kintamani pada hari Senin tanggal 17 Nopember 2014.

Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penyelenggara, pemerintah daerah, masyarakat seni, budayawan serta masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai pembicara dalam kegiatanSarasehan Budaya ini,  dihadirkan:

1.     Bupati Bangli, sebagai pembicara kunci atau keynote speaker.

2.     Bapak Drs. Rai Andayana, dari Majelis Tinggi Pertimbangan dan Pembinaan Budaya (Listibiya) Bali yang  berbicara mengenai Peran Budaya Bali dalam Pembangunan Daerah

3.     Professor I Wayan Dibya (budayawan, akademisi, dan kurator Pesta Kesenian Bali) yang berbicara mengenai Pesta Kesenian Bali dalam konteks Pembangunan Kebudayaan.

4.     Bapak Dr. I Gusti Made Ngurah, dari Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali yang  berbicara mengenai peran budaya dan desa adat dalam pembangunan masyarakat

5.     Kegiatan ini akan dimoderatori oleh Bapak I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn dari Institut Seni Indonesia Denpasar

 

Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan Sarasehan Sehari Pembangunan Budaya sebanyak150orang yang terdiri dari unsur :

1.     Instansi Pemerintah

2.     Masyarakat (Seniman, budayawan, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat).

3.     Swasta (sanggarseni, dan anggota organisasi budaya di Bangli).

4.     Pers, LSM dan Akademisi.

  • facebook
  • linkedin
  • twitter
  • Whatsapp
  • instagram
  • youtube
  • print

  • BERITA LAINNYA

    LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

     

    KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI

    I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI