Oleh : disbudpar | 15 Maret 2017 | Dibaca : 5258 Pengunjung
|
|
| Tradisi Megoak - Goakan saat Nyepi Desa di Kintamani |
Nyepi Desa di Desa Kintamani dilaksanakan tepatnya sehari setelah piodalan di Pura Dalem Pingit desa setempat yang mana pada kalender Bali adalah Wrespati Paing Medangsia saat Purnama Kesembilan kalender Bali atau sekitar bulan Februari - Maret Masehi. Yang unik dalam pelaksanaan Nyepi Desa ini, warga menggelar tradisi megoak-goakan. Tradisi megoak-goakan ini diikuti oleh seluruh krama dari 6 banjar yang ada di Desa Kintamani yang dilakukan di lapangan desa yang terletak di pojok desa(karang suci)
Sejak pagi hari, ratusan warga mulai anak-anak hingga orang tua, dengan mengenakan pakaian adat madya sudah tumpah ruah ke lapangan desa setempat untuk melaksakan tradisi megoak-goakan. Magoak-goakan ini merupakan rangkaian dari upacara keagamaan, yang diyakini sebagai persembahan kepada Tuhan yang berstana di Pura Dalem Pingit yang ada di Desa Kintamani.
Kegiatan ini selain menjalankan ritual juga sebagai ajang pelestarian budaya dan silahturahmi antar warga. Masyarakat setempat juga percaya, dengan melakukan tradisi Megoak-goakan bisa meningkatkan persaudaraan dan menumbukan kedamaian desa.
SELAMAT TAHUN BARU 2026
171Rahajeng Rahinan Galungan & Kuningan
1475INFORMASI KUNJUNGAN DESA WISATA PENGLIPURAN
900Rahajeng Rahinan Galungan Lan Kuningan
1913DIRGAHAYU KOTA BANGLI KE 820
KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. BANGLI
I WAYAN DIRGA YUSA, AP, M.SI